Senin, 02 September 2013

Ngofflen bareng Grup Bandung

Hy you there in Bandung.....

            Taraaaa,,,, akhirnya bisa juga ya kumpul bareng jaringan ku yang ada di Bandung....weits,,,,mojang-mojang bandung ternyata semangatnya selalu semangat pagi nih. Maaf yah team baru sempet nulisnya hihihi. Jadi begini nih temen-temen ceritanya saya punya grup Oriflame yang ada di Bandung, nah kebetulan banget aku dan director kami yang sering kami panggil Mommy Nurhasanah punya waktu untuk ke Bandung, akhirnya cuss lah kita ke Bandung. 

            Saking semangatnya saya, saya berangkat duluan ga bareng sama Mommy Nur. Dari Depok ke Bandung membutuhkan waktu sekitar 4 jam waktu itu. Nyampe Bandung saya langsung menginap di tempat saudara di daerah Cileunyi. Keesokan paginya saya janjian bertemu dengan mojang-mojang ini di C-Walk Bandung. Perlu temen-temen ketahui ini baru pertama kalinya saya ke Bandung, so saya sama sekali ga tahu daerah Bandung.  Alhasil saya riweuhnya minta ampun buat nyari temen barengan (*baca:temen tebengan) buat ke C-Walk.

              Awalnya aku langsung buka AR mantengin alamat grup ku yang ada di Cileunyi,,, dan yeay ada satu ternyata dia donlenku si Btari Fiawati Putri langsung aku sms dia, sayangnya dia udah ada acara keluarga dulu dan ga bisa barenngan ama aku,,hiks sedih,,, tapi saya ga mau nyerah gitu aja aku sms salah satu donlenyya Btari, Endah Siti Solimah ternyata rumah dia jauh temen-temen dari rumah saudara saya,,,sempet sedih lagi dan tiba-tiba dia bilang mau jemput aku...langsung deh aku nyengir, akhirnya aku dan Endah ketemuan di Terminal Cileunyi,,,,bertemu dengan donlen Endah,,,,langsung deh kenalan,,,,ada Gina Nurmillah, Yeyen Yunengsih, Dede Julia. Asiiiiik nambah saudara neh hehehe kita langsung tancap ke CiWalk karena Mommy Nur sudah menunggu rupanya disana.... Tiga kali naik angkot ternyata untuk sampai ke sana,karena memakan waktu akhirnya saya abadikan foto mereka di angkot ini dia: :D :p

Endah, Gina, Dede 

Endah dan Gina

Neng Yeyen malu-malu nih :D


                 Akhirnya sampailah kita di C-Walk dan Mommy sudah menunggu hehhehe... maafken kami :p
Langsung deh kita menggelar semua perlengkapan kita,,,,mommy langsung menjelaskan segala macem, dari A sampai Z....Beberapa waktu berlalu datanglah Btari yang langsung aja bergabung dengan kami.....sampai pada akhirnya mereka mendapat tantangan untuk mandiri untuk offline ke lapangan..... Gesit ternyata mereka mungkin karena faktor umur kali ya hihihi langsung mereka mendarat ke sekitar C-Walk untuk menjalankan tantangannya....yuk mareee kita lihat gambarnya...


pst pst katanya Dede ini pemalu banget dan ga PD an lho,,,,setelah diintip ternyata malah berani jalan sendiri,, :D


Waktu udah mulai sore dan Mommy pun harus sgerea kembali ke Jakarta...hiks.....ya udah my mnding kita dokumentasikan aja yuks....


Bismillah semoga kelak perjalanan ini mengukir sebuah senyuman
Rapatkan Barisan yah My lovely Team.... Btari Fiawati Putri, Yeyen Yunengsih, Dede Julia, Gina Nurmillah terimakasih telah memberi warna dalam perjalanan ini, dan juga spesial thanks to Our momy Nurhasanah upline ku yang sudah menympatkan waktunya untuk kami. :D

Experience is The Best Teacher



Bener banget ternyata kalimat ini...
Kalau bukan saya terlahir sebagai anak pertama mana bisa jadi sekarang saya menjadi pribadi yang suka bergantung pada orang lain...
Kalau bukan karena saya menjadi seorang wanita satu-satunya dalam keluarga selain mama bisa jadi saya tidak akan menjadi perempuan yang tangguh.....
Kalau bukan karena saya pernah menjadi pengajar bisa saja saya menjadi seorang yang kikir ilmu.....
Kalau bukan karena kondisi finansial yang miniim bisa jadi sekarang saya menjadi manusia yang menjadi sahabat hedonisme gemerlap dunia...

So... apapun prosesnya jalani dan hadapi, karena perjalanan ini akan mengukir sebuah senyuman...

karena melewati segala asam manis kehidupan merupakan media untuk memperoleh kehidupan yang lebih berwarna

Mungkin saya terhitung masih belia untuk meniti perjalanan karir ini.....sekitar dua tahun lalu saya memutuskan untuk menjadi konsultan oriflame....jatuh bangun telah saya lalui,, kesibukan yang padat di kampus terkadang menguras sebagian fokus saya....Hingga akhirnya kini, saat ini saya berada pada Level Manajer-12%...Terlalu perlahan mungkin jalan saya,,,meskipun semangat tak pernah surut. Satu yang kuingat aku hanya ingin mengukir senyuman...
Senyuman terindah dalam hidup mereka,,, keluargaku tercinta...dan akan kutunggu saat itu tiba dengan segera... Amin..

I just hope your smile..... :)

Me n My Umy
Me n My Mama


Bapak n Abah











 I will always remember your smile and make you smilling happier than today.................

Kamis, 22 November 2012

DIA

Terkadang hidup ini terasa sulit, apalagi kalau sudah menyangkut soal cinta.
Cinta? Kata yang begitu sederhana namun sulit untuk diterka, kedatangannya maupun kepergiannya.
Mengapa masa lalu tentang cinta selalu bergeliat seolah tak mau lepas dan terus lekat dalam diriku. Akupun tak tahu cinta, aku tak mengerti apa itu cinta, bahkan aku tak tahu siapa yang kucinta.

Menyedihkan?
Ya tentunya,,,,

Bila malam datang pandanganku menatap jauh....bergantian seperti menonton film di layar bioskop, satu persatu masa lalu muncul. Dia, dia, dan dia, lalu dia. Ternyata banyak sekali dia yang sudah melalui ceritaku ini. Mengapa hidup ini harus melewati dia? apakah dia cinta? Dia selalu mengatasnamakan cinta. Tapi banyak dia pergi dalam hidupku? Benarkah dia adalah cinta? Apakah begini cinta itu, datang dan hilang silih berganti dengan dia yang lain.

Terkadang ketika aku lupa dengan dia, dia muncul dengan segala fatamorgana harapan baru, memberikan tetesan air dalam keringnya gurun, apakah dia kembali dengan membawa cinta? Sekali lagi cinta yang dia bawa hanyalah fatamorgana. Lalu datang dia yang lain, dengan gaya berbeda namun dia tetap dia tak akan pernah benar-benar membawa cinta. Sekali lagi bagai kertas yang di remas, ya begitulah rasanya hatiku. Setelah itu muncul lagi dia selanjutnya. Dia yang pernah sangat berarti dalam hidupku, dia yang selalu aku perjuangkan, dia yang selalu meruntuhkan sisa-sisa kesetiaan, dia yang selalu menghabiskan seluruh kesabaran yang kupunya. Mungkin beberapa bulan lalu dia ini hanya membawa dirinya kembali, namun belakangan ini dia ini membawa bayang-bayang dirinya. Dirinya yang tak pernah bisa melihat ceritaku dalam masa lalu hidup dia. Dirinya tak berhenti untuk melihatku rapuh tersiksa. Padahal dirinya sudah bukan bagian dari hidupnya. Lagi-lagi mengapa dia kembali dengan segala pesakitan ini?

Kini cukuplah sudah dia dalam hidupku, tak ingin lagi menambah kata dia dalam cerita ini. Pun dengan dia yang baru aku tak ingin memikirkannya. Menambah kata dia berarti menambah rangkaian cerita sulit dengan tokoh aku sebagai objeknya.

Aku sedang tidak ingin mencari dia dan dicari oleh dia. Jika dia adalah cinta maka akan datang pada saat yang tepat karena "Dia" akan mempertemukan dia yang seharusnya...

without Allah on your side
you can do nothing
with Allah on your side
there in nothing you can not do

Before you complete the second half of your deen
Complete the first hal yourself 

: )

Minggu, 18 November 2012

Here I come from and here I was Born Part 3

#Tanah Subur
Peristiwa itu bahkan sudah hilang dalam kepala Ika, hingga pada akhirnya Ika memiliki 2 pasang orang tua yaitu orang tua kandung dan orang tua angkat. Ternyata menyesuaikan diri dengan 4 orang tua yang memiliki sifat masing-masing sangatlah sulit bahkan terkadang membuat Ika bingung dan terjebak dalam kondisi ini. Hal yang tidak disadari oleh para orangtua Ika adalah Ika sudah berprosesmenjadi remaja berumur 12 tahun. Ada yang lain dalam diri Ika dibandingkan dengan teman-teman perempuannya, hal ini belum disadari oleh orangtuanya. Gadis dengan potongan rambut pendek, pandangan lurus ke depan, berpenampilan cuek,dan bahkan dia tidak takut terhadap lelaki,  siapa pun itu. Ia merasa kalau ia benar untuk apa merasa takut. Itu baru awalnya dan dianggap wajar oleh orang tuanya.

Pada awal masuk sekolah menengah pertama saja ia sudah berkelahi dengan teman baru sekelasnya yang bahkan dia pun belum kenal dengan anak itu. Baginya hal terpenting adalah keberanian, tekad keras, kejujuran dan kebenaran. Ia tidak silau dengan harta, ketampanan, atau bahkan jabatan. Siapapun dia kalau orang tersebut salah pasti dia akan dengan lantang mengeluarkan kata "TIDAK" dan "JANGAN". Ia paling tidak suka ada orang yang mengusiknya atau mengganggu orang lain. Saat itu ia melihat teman sekelasnya (baca: belum berkenalan diganggu oleh anak lelaki, tanpa basa basi si Ika langsung saja melawan.

Anak cowo : Eh lo minggir sana gw mau duduk disini!! -sambil berteriak dan melotot-

Anak cewe  : lho kan gw duluan yang duduk disini

Anak cowo : -sambil menendang kursi- gw bilang pergi!!!!

Ika              : Eh lo anak songong yang gw ga tau namanya,,,bisa diem ga sih, kalo bukan lo duluan yang      duduk disitu kenapa lo yang sewot ga usah sok nakut2tin orang deh lo, banci banget beraninya ama cewe.-dengan tampang innocent dan tanpa melirik ke anak cowo tersebut-

Anak cowo : eh ngapain lo ikut campur urusan orang, urus aja urusan lo sendiri. Lo ga tau siapa gw, gw orang Desa Tanah Seberang yang terkenal dengan anak-anak yang jago berantem

Ika            : Trus masalah buat gw kalo lo anak Desa Tanah Seberang. Buka mata lo SMP ini itu ada di Desa gw lo mau bertingkah kaya apa hati2 aja. Males banget gw ikut campur urusan lo, lo pkir elo siapa? Ga usah sok deh lo, suara elo itu berisik dan kedengeran ama gw dan itu ngeganggu gw, jad lo mest berurusan ama gw.

Anak cowo  : Sialan lo awas ya lain kali -sambil ngeloyor pergi ninggalin yang dgangguin-

Sejak saat itulah Ika terkenal sekali sebagai anak yang tomboi dan dpandang. Tidak berhenti sampai disitu dia juga sering berantem dengan anak cowo bahkan seniornya. Dia ikut pencak silat sebagai eks skullnya... Disitulah kisah cnta Ika dimulai....

bersambung....

Kamis, 14 Juni 2012

Here I come from and Here I was Born Part II

# Sukarame

   Ika di mana pak,"tanya mamah Ika". Bapak Ika pun menjawab,"Ditinggal di Jawa, emang kenapa? lagian Ibu meminta aku untuk meninggalkan Ika ya aku tinggal saja". Jawaban tanpa rasa bersalah dan rasa sesal. Nafas seolah memburu, sedih... itulah yang dirasakan oleh mamah Ika saat ini. Di tengah kesunyian malam ia berkata pada suaminya, "Pak, aku tidak mau tahu pokoknya besok atau kapan pun aku akan ke Jawa, aku tak bisa hidup tanpa dia!". Dengan anggukan suaminya pun menyetujui karena ia pun sebenarnya merasa tidak betah di tempat yang sangat sempit ini. Baginya tempat ini sangat mengekang dia. Tidak ada alasan yang pasti mengapa ia kurang menyukai tempat ini.

       Ada luka di hati pengantin

Seorang ayah membawa serta anaknya yang berumur sekitar 20 tahun ke rumah rekan bisnisnya di Lampung. Setahu anak itu ia hanya disuruh untuk menemani ayahnya untuk membantunya, tak tahu akan maksud lain yang tersimpan dalam hati ayahnya. Sesampainya di sana, hal yang sangat tidak diduga olehnya. Sebut saja rekan bisnis ayahnya ini dengan panggilan Awi. Terjadilah pembicaraan yang sangat di luar dugaan sang anak. 
Ayah : Bagaimana dengan tawaranku kemaren wi? Aku dengar kau punya seorang anak gadis yang belum menikah 
Awi   : Ya saya memang punya anak gadis yang sudah siap menikah, ini anak kau? 
Ayah : Ya ini anak saya. Bagaimana? gagah lah untuk ukuran anak kau ini 
Awi   : Baiklah jadi kita sepakat ya dan hutang kau lunas 
Dalam hati sang anak baga tersambar petir, ia tak menyangka ayahnya memanfaatkan dia sebagai bayaran atas hutang-hutangnya kepada rekan bisnisnya seorang saudagar genteng dari Lampung. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, lalu bagaimana kelanjutan kisah cintanya dengan kekasihnya di Jawa??? Tapi ia tak punya pilihan lain akhirnya ia menikah dengan anak gadis Awi. Namun ia tetap tidak mencintai gadis itu, dia berperangai kasar kepadanya dan tetap menjalin hubungan dengan kekasihnya di belakang istrinya. Lelaki itu adalah ayah Ika

# Tanahsubur

   Gadis manis itu sudah tidak memanggil wanita itu dengan sebutan bude, ia sudah mulai terbiasa memanggilnya dengan sapaan Ibu. Ia merasa kasih sayang tercurah kepada dirinya. Sang Ibu pun memberi perhatian lebih terhadap dirinya. Kebutuhan dari ujung rambut sampai ujung kaki gadis itu pun dipenuhi dengan baik. Satu sosok lagi yang sudah mulai dengat dengannya, suami dari Ibunya saat ini yang ia panggil dengan sebutan Abah. Abah sangat menyayangi Ika kemanapun ia pergi ia selalu membawa serta Ika, memperkenalkan kepada semua orang bahwa kini ia memiliki seorang puteri bernama Ika. Pada akhirnya Ika pun lupa bahwa ia memiliki sosok yang sangat penting bagi dirinya yaitu mamahnya. Ia hanyalah gadis kecil yang terlena yang sangat gampang melupakan memori-memori yang telah lalu. Ia merasa sangat bahagia bersama kedua orang tua barunya.

to be continued...

Selasa, 12 Juni 2012

Here I come from and here I was born...

# Sukarame 11 -07-....

   Perjalanan yang cukup melelahkan semalaman dalam travel, pukul 2.00 baru naik ke kapal menuju         Sukarame. Tempat yang tak pernah kusinggahi sejak 18 tahun yang lalu, tepat pukul 05.00 ketika adzan subuh berkumandang sampailah aku di tempat ini tempat kelahiranku dan tempat masa kecilku. Kelap-kelip lampu di pelabuhan Bakauhuni menghiasi indahnya pemandangan pagi, semerbak udara pantai terasa menusuk kulitku. Sepanjang perjalanan menuju rumah masa kecilku aku melewati beberapa kota di Sukarame. Perkotaan yang bisa dibilang tidak ramai tapi tidak pula sepi,,,lambang daerah khas Sukarame terlihat menghiasi sebagian besar pertokoan dan tempat-tempat besar. Dahulu? Ah aku sudah tidak ingat bagaimana kota ini..

# Sukarame, musim hujan

   Ika lahir dalam rumah ini rumah penuh kenangan. Sang ibu merasa sangat senang menimang seorang anak perempuan yang sangat ia idam-idamkan. Siapa sangka jika anak tersebut nantinya akan berpisah dari pelukannya. Tak peduli apa yang akan terjadi esok, ia tetap menimang bayi itu dengan luapan kasih sayang teramat dalam. Tak peduli esok anak tersebut akan mengenal sosok dirinya sebagai mamah atau tidak ia tak peduli. Yang ia tahu ia terlampau cinta pada buah hatinya, apapun yang terjadi meski suaminya seolah tak mempedulikan dirinya , meski suaminya masih sempat menyimpan wanita lain di dalam hatinya. Ia tak peduli...

# 2 tahun kemudian

   Ika tumbuh menjadi anak lincah dan sangat sehat pipina seperti buah melon bulat dan gembul. Mamahnya pun sangat senang. Pada suatu malam suaminya meminta izin kepadanya untuk pulang ke kampung halamannya di Jawa dengan membawa Ika. Ia mengatakan bahwa ibunya ingin melihatnya. Diizinkanlah sang suami untuk pergi ke Tanahsuburr dengan membawa Ika. Di sini ia sendiri ditemani sunyi menunggu Ika dan suaminya segera kembali.

# Tanahsubur

   Bertemu keluarga baru ternyata bukan hal mudah bagi Ika, ia merasa takut kepada semua orang yang ia ingat hanya satu kata,  "PULANG". Ia sangat meridukan mamahnya, kemana-mana ia ada dalam pelukan sang ayah. Sampai tiba suatu hari ia bertemu dengan budenya, entah apa yang ia rasakan pada hatinya ia tidak takut kepada budenya dan ia mau turun dari gendongan ayahnya untuk pertama kalinya. Dan pada akhirnya ia sudah lupa dengan kata "pulang" dan kata "mamah". Pada malam ke tujuh terjadilah pembicaraan antara ayah Ika dan Ibunya. Ibunya meminta agar Ika tetap tinggal di Tanahsubur supaya ia bisa lebih dekat dengan cucunya dan supaya Ika bisa diasuh oleh budenya. Ayah Ika pun menurut dan ia kembali ke Sukarame tanpa membawa Ika.

# Sukarame

   Mamah Ika sangat gembira mendengar kepulangan suaminya, namun mendadak rona mukanya berubah , ia mencari sosok yang sangat ia rindukan dan tidak ia temui. Ya, Ika, dimana Ika? Hanya jawab yang keluar dari mulut suaminya,"Ika aku tinggal di Jawa". Mamah Ika kalap, ia tak tahu harus berbuat apa, hanya Ika yang selama ini menemani dirinya dan ia sekarang harus menerima kenyataan bahwa ia harus berpisah dengan buah hatinya.

to be continued...

Minggu, 03 Juni 2012

Catatan Hati

 3 Juni 2012
 Jakarta
 Rapuh...
       Mungkin itu adalah kata yang melekat pada diri seorang gadis yang sedang duduk terpaku di sudut taman. Matanya menyusuri pepohonan, dedaunan yang sedang jatuh ke tanah, sampai ke anak-anak kecil yang berlarian bermain di taman. Pikirannya melayang mencari jawaban teka teki hidup yang menggelayut di pikirannya. Apa yang akan terjadi setelah ini, kebahagiaan atau justru sebaliknya? Matanya kembali tertuju pada dedaunan yang berjatuhan. Akankah ia bernasib sama seperti daun yang selalu bertahan menahan hembusan angin yang datang namun akhirnya dia akan tetap jatuh. Matanya menyelidik pohon mengantar ia pada sebuah khayal, sebuah pohon tetap kokoh berdiri sekalipun dedaunan meninggalkannya pergi, bisakah ia menjelma menjadi sosok pohon yang seperti itu. Dan ketika matanya beralih kepada anak-anak yang sedang bermain benaknya berkata akankah adik-adiknya akan bahagia nantinya dengan kerja kerasnya selama ini?
          Gadis itu bernama Ika terlahir sebagai anak pertama dari 4 bersaudara. Ia adalah satu-satunya anak wanita dalam keluarganya, ketiga adiknya bernama reno, obi, dan wafa. Berbekal doa dari orang tua Ika berangkat merantau di sebuah kota yang sangat hingar bingar. Menuntut ilmu baik ilmu akademik maupun ilmu kehidupan ia jalani di kota ini. Ia selalu bersemangat untuk tetap bertahan hidup di sana. Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun tak terasa ia sudah cukup lama meninggalkan kota kelahirannya. Rindu datang merasuk dalam jiwa sebagai pengingat bahwa keluarganya yang di sana esok akan sangat bergantung pada dirinya. Tak jarang ia menghubungi keluarganya di desa untuk menanyakan kabar mereka. Suara lembut seorang ibu selalu bertanya ,"tadi makan sama apa?". Tutur lugas dari seorang ayah pun menyapa ,"kau harus selalu ingat kepada-Nya nak!". Ya, dua kata itulah yang selalu terngiang di setiap tidurnya menjadikan ia kuat seperti pohon, perih, sakit, dan pedih seakan lewat begitu saja dalam harinya. Tak pernah ia rasa, ia keluhkan, bahkan ia sesalkan kondisinya saat ini. Pekerjaan yang remeh sampai yang terlalu berat pun ia lakukan demi bertahan hidup. Demi melihat keluarganya tersenyum. 
        Bukan hal gampang baginya untuk tetap mempertahankan prestasinya sedangkan ia seolah tak punya waktu untuk memikirkan kuliahnya. Pekerjaanya sudah terlalu banyak menguras pikiran serta tenaganya. Sekarang adalah tahun ketiga ia kuliah. Rasa-rasanya semangat semakin memudar tidak seperti dulu. Semua terasa begitu monoton dan sangat membosankan. Rutinitasnya membuatnya penat. Akan tetapi ia sadar bahwa kehidupannya terus berjalan. Dalam hatinya ia berucap, ia harus terus berjalan meskipun bukan berlari seperti dulu. Dan ia masih terus mencari semangatnya yang telah lama hilang..

To be continued...