# Sukarame
Ika di mana pak,"tanya mamah Ika". Bapak Ika pun menjawab,"Ditinggal di Jawa, emang kenapa? lagian Ibu meminta aku untuk meninggalkan Ika ya aku tinggal saja". Jawaban tanpa rasa bersalah dan rasa sesal. Nafas seolah memburu, sedih... itulah yang dirasakan oleh mamah Ika saat ini. Di tengah kesunyian malam ia berkata pada suaminya, "Pak, aku tidak mau tahu pokoknya besok atau kapan pun aku akan ke Jawa, aku tak bisa hidup tanpa dia!". Dengan anggukan suaminya pun menyetujui karena ia pun sebenarnya merasa tidak betah di tempat yang sangat sempit ini. Baginya tempat ini sangat mengekang dia. Tidak ada alasan yang pasti mengapa ia kurang menyukai tempat ini.
Ada luka di hati pengantin
Seorang ayah membawa serta anaknya yang berumur sekitar 20 tahun ke rumah rekan bisnisnya di Lampung. Setahu anak itu ia hanya disuruh untuk menemani ayahnya untuk membantunya, tak tahu akan maksud lain yang tersimpan dalam hati ayahnya. Sesampainya di sana, hal yang sangat tidak diduga olehnya. Sebut saja rekan bisnis ayahnya ini dengan panggilan Awi. Terjadilah pembicaraan yang sangat di luar dugaan sang anak.
Ayah : Bagaimana dengan tawaranku kemaren wi? Aku dengar kau punya seorang anak gadis yang belum menikah
Awi : Ya saya memang punya anak gadis yang sudah siap menikah, ini anak kau?
Ayah : Ya ini anak saya. Bagaimana? gagah lah untuk ukuran anak kau ini
Awi : Baiklah jadi kita sepakat ya dan hutang kau lunas
Dalam hati sang anak baga tersambar petir, ia tak menyangka ayahnya memanfaatkan dia sebagai bayaran atas hutang-hutangnya kepada rekan bisnisnya seorang saudagar genteng dari Lampung. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, lalu bagaimana kelanjutan kisah cintanya dengan kekasihnya di Jawa??? Tapi ia tak punya pilihan lain akhirnya ia menikah dengan anak gadis Awi. Namun ia tetap tidak mencintai gadis itu, dia berperangai kasar kepadanya dan tetap menjalin hubungan dengan kekasihnya di belakang istrinya. Lelaki itu adalah ayah Ika
Ayah : Bagaimana dengan tawaranku kemaren wi? Aku dengar kau punya seorang anak gadis yang belum menikah
Awi : Ya saya memang punya anak gadis yang sudah siap menikah, ini anak kau?
Ayah : Ya ini anak saya. Bagaimana? gagah lah untuk ukuran anak kau ini
Awi : Baiklah jadi kita sepakat ya dan hutang kau lunas
Dalam hati sang anak baga tersambar petir, ia tak menyangka ayahnya memanfaatkan dia sebagai bayaran atas hutang-hutangnya kepada rekan bisnisnya seorang saudagar genteng dari Lampung. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, lalu bagaimana kelanjutan kisah cintanya dengan kekasihnya di Jawa??? Tapi ia tak punya pilihan lain akhirnya ia menikah dengan anak gadis Awi. Namun ia tetap tidak mencintai gadis itu, dia berperangai kasar kepadanya dan tetap menjalin hubungan dengan kekasihnya di belakang istrinya. Lelaki itu adalah ayah Ika
# Tanahsubur
Gadis manis itu sudah tidak memanggil wanita itu dengan sebutan bude, ia sudah mulai terbiasa memanggilnya dengan sapaan Ibu. Ia merasa kasih sayang tercurah kepada dirinya. Sang Ibu pun memberi perhatian lebih terhadap dirinya. Kebutuhan dari ujung rambut sampai ujung kaki gadis itu pun dipenuhi dengan baik. Satu sosok lagi yang sudah mulai dengat dengannya, suami dari Ibunya saat ini yang ia panggil dengan sebutan Abah. Abah sangat menyayangi Ika kemanapun ia pergi ia selalu membawa serta Ika, memperkenalkan kepada semua orang bahwa kini ia memiliki seorang puteri bernama Ika. Pada akhirnya Ika pun lupa bahwa ia memiliki sosok yang sangat penting bagi dirinya yaitu mamahnya. Ia hanyalah gadis kecil yang terlena yang sangat gampang melupakan memori-memori yang telah lalu. Ia merasa sangat bahagia bersama kedua orang tua barunya.
to be continued...
to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar