# Sukarame 11 -07-....
Perjalanan yang cukup melelahkan semalaman dalam travel, pukul 2.00 baru naik ke kapal menuju Sukarame. Tempat yang tak pernah kusinggahi sejak 18 tahun yang lalu, tepat pukul 05.00 ketika adzan subuh berkumandang sampailah aku di tempat ini tempat kelahiranku dan tempat masa kecilku. Kelap-kelip lampu di pelabuhan Bakauhuni menghiasi indahnya pemandangan pagi, semerbak udara pantai terasa menusuk kulitku. Sepanjang perjalanan menuju rumah masa kecilku aku melewati beberapa kota di Sukarame. Perkotaan yang bisa dibilang tidak ramai tapi tidak pula sepi,,,lambang daerah khas Sukarame terlihat menghiasi sebagian besar pertokoan dan tempat-tempat besar. Dahulu? Ah aku sudah tidak ingat bagaimana kota ini..
# Sukarame, musim hujan
Ika lahir dalam rumah ini rumah penuh kenangan. Sang ibu merasa sangat senang menimang seorang anak perempuan yang sangat ia idam-idamkan. Siapa sangka jika anak tersebut nantinya akan berpisah dari pelukannya. Tak peduli apa yang akan terjadi esok, ia tetap menimang bayi itu dengan luapan kasih sayang teramat dalam. Tak peduli esok anak tersebut akan mengenal sosok dirinya sebagai mamah atau tidak ia tak peduli. Yang ia tahu ia terlampau cinta pada buah hatinya, apapun yang terjadi meski suaminya seolah tak mempedulikan dirinya , meski suaminya masih sempat menyimpan wanita lain di dalam hatinya. Ia tak peduli...
# 2 tahun kemudian
Ika tumbuh menjadi anak lincah dan sangat sehat pipina seperti buah melon bulat dan gembul. Mamahnya pun sangat senang. Pada suatu malam suaminya meminta izin kepadanya untuk pulang ke kampung halamannya di Jawa dengan membawa Ika. Ia mengatakan bahwa ibunya ingin melihatnya. Diizinkanlah sang suami untuk pergi ke Tanahsuburr dengan membawa Ika. Di sini ia sendiri ditemani sunyi menunggu Ika dan suaminya segera kembali.
# Tanahsubur
Bertemu keluarga baru ternyata bukan hal mudah bagi Ika, ia merasa takut kepada semua orang yang ia ingat hanya satu kata, "PULANG". Ia sangat meridukan mamahnya, kemana-mana ia ada dalam pelukan sang ayah. Sampai tiba suatu hari ia bertemu dengan budenya, entah apa yang ia rasakan pada hatinya ia tidak takut kepada budenya dan ia mau turun dari gendongan ayahnya untuk pertama kalinya. Dan pada akhirnya ia sudah lupa dengan kata "pulang" dan kata "mamah". Pada malam ke tujuh terjadilah pembicaraan antara ayah Ika dan Ibunya. Ibunya meminta agar Ika tetap tinggal di Tanahsubur supaya ia bisa lebih dekat dengan cucunya dan supaya Ika bisa diasuh oleh budenya. Ayah Ika pun menurut dan ia kembali ke Sukarame tanpa membawa Ika.
# Sukarame
Mamah Ika sangat gembira mendengar kepulangan suaminya, namun mendadak rona mukanya berubah , ia mencari sosok yang sangat ia rindukan dan tidak ia temui. Ya, Ika, dimana Ika? Hanya jawab yang keluar dari mulut suaminya,"Ika aku tinggal di Jawa". Mamah Ika kalap, ia tak tahu harus berbuat apa, hanya Ika yang selama ini menemani dirinya dan ia sekarang harus menerima kenyataan bahwa ia harus berpisah dengan buah hatinya.
cerita lo ga asik. sedih soalnya fan
BalasHapushahah bukan sedih lagi, pilu malah haha
BalasHapus